Jurnal Kariman https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman <p><img src="/public/site/images/admin/desember_2019_rgb_-_Copy.jpg">Jurnal Kariman diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Islam Al Karimiyyah Beraji Gapura Sumenep Madura yang terbit 2 (dua) kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember. Berisi tulisan hasil pemikiran, penelitian dan artikel tentang trand dan issu kontemporer dalam pendidikan dan ke-IslamanJurnal Pendidikan dan Keislaman</p> en-US saifuleman@gmail.com (Siful Arifin) amiruddin14@gmail.com (Amiruddin) Wed, 01 Jul 2020 17:01:13 +0000 OJS 3.2.0.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Implementasi dan Strategi Pengembangan Pendidikan Akhlak di Madrasah Aliyah Alkhairaat Kota Gorontalo https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/131 <p>Penelitian ini mengkaji Implementasi dan Strategi Pengembangan Konsep Pendidikan Akhlak di Madrasah Aliyah Alkhairaat Kota Gorontalo. Jenis Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif–kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) Observasi, 2) Inteview, Dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: 1) Reduksi data, 2) Display, 3) Kritik dan 4) Pengambilan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menyimpulkan: 1) Konsep pendidikan akhlak Madrasah tentang tujuan pendidikan akhlak tidak dituangkan secara khusus dalam visi dan misi madrasah. Madrasah tidak memiliki tujuan operasional dan tanget khusus yang ingin dicapai dalam pendidikan akhlak. Dalam pelaksanaannya Madrasah tidak memiliki metode, pendekatan, starategi dan rencana serta evaluasi yang jelas dalam pendidikan akhlak. 2) Strategi yang digunakan dalam pendidikan akhlak Madrasah adalah menggunakan strategi keteladanan, pembiasaan, menciptakan suasana yang kondusif, teguran langsung, reward and punishment, dan penggunaan kata yang baik dan sanjungan kepada siswa, 3) Pelaksanaan pendidikan akhlak di Madrasah disamping pemberian materi akhlak dalam bentuk mata pelajaran juga diberikan melalui internalisasi dalam kehidupan madrasah dalam bentuk budaya religius madrasah.</p> Supiah, Abdur Rahman Adi Saputera Copyright (c) 2020 Jurnal Kariman https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/131 Sun, 28 Jun 2020 00:00:00 +0000 Konsep Homeschooling dalam Prespektif Pendidikan Islam https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/135 <p><em>Homeschooling </em>pada hakekatnya merupakan proses pendidikan terarah yang dilakukan oleh orang tua atau keluarga terhadap anak-anaknya dengan proses belajar mengajar yang kondusif. Baik dengan menggunakan jenis <em>homeschooling </em>tunggal, <em>homeschooling </em>majemuk, dan <em>homeschooling </em>komunitas. Dalam Islam, proses pembelajaran model <em>homeschooling</em> yang dilakukan oleh orang tua atau keluarga sudah biasa dilakukan. Bahkan, Islam dengansangat tegas memberikan tanggung jawab pendidikan Islam kepada orang tua. Orang tualah yang paling pertama dan utama memberikan pendidikan pada putra-putrinya ke arah yang baik agar mereka terbimbing menjadi anak-anak yang dapat dibanggakan kelak di hadapan Allah SWT.</p> Hairus Copyright (c) 2020 Jurnal Kariman https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/135 Sun, 28 Jun 2020 00:00:00 +0000 Urgensi Parenting Education Berbasis E-learning di Era Digital https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/136 <p>Artikel ini membahas tentang pentingnya <em>Parenting Education</em> berbasis e-learning bagi orang tua. Salah satu alasan yang melatarbelakangi penulisan artikel ini adalah masih banyaknya orang tua yang belum mengetahui, memahami dan belum bisa menggunakan media teknologi informasi sebagai salah satu sarana dan media di dalam melakukan pengasuhan dan pendidikan. Oleh karena itu, Dalam artikel ini diajukan beberapa argumen yang bisa dijadikan landasan untuk melaksanakan <em>Parenting Education </em>berbasis e-learning di era digital<em>. Pertama, </em>Sebagai upaya preventif agar tidak terjadi malapraktik pengasuhan/pendidikan di lingkungan keluarga. <em>Kedua</em>, Program tersebut mempunyai pengaruh signifikan terhadap keberhasilan pengasuhan dan pendidikan di era digital. <em>Ketiga</em>, program tersebut dapat membantu orang tua dan guru dalam melakukan pendampingan, pengasuhan dan pendidikan tanpa ada hambatan teknologis, serta dapat membantu orang tua mempunyai pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam melakukan proses pengasuhan, pendidikan dan pembelajaran berbasis e- learning. </p> Siful Arifin, Amiruddin Copyright (c) 2020 Jurnal Kariman https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/136 Sat, 27 Jun 2020 00:00:00 +0000 Melacak Khazanah Pendidikan pada Masa Nabi Muhammad SAW https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/126 <p>Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguraikan strategi pembelajaran pada masa Nabi Muhammad SAW. Pendekatan yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini ialah historis. Data dan informasi yang diperoleh oleh peneliti dari berbagai literatur baik primer maupun skunder akan diolah, dianalisis dalam rangka untuk memberikan makna terhadap hasil penelitian. Dengan kata lain, data mentah dari berbagai literatur akan ditelaah analisis oleh peneliti agar dapat dilaporkan hasil penelitiannya sebagai sumber rujukan bagi pemerhati maupun pecinta pendidikan. adapun metode analisis data yang digunakan oleh peneliti ialah <em>content</em> <em>analysis</em>. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa proses pembelajaran yang diterapkan Nabi Muhammad SAW lebih menekankan pada pembelajaran tauhid dan hafalan al-Qur’an. Pendidikan yang dijalankan Nabi Muhammad SAW melalui dua periode, yaitu periode Makkah dan Madinah. Sedangkan strategi pembelajaran yang digunakan oleh Rasullah SAW ialah: Tanya jawab dalam bidang keimanan dengan penghayatan, demontrasi dan keteladanan dalam materi ibadah dan akhlak. Sedangkan strategi pembelajaran yang dikemas melalui dakwah ialah: sembunyi-sembunyi dan perorangan, terang-terangan, dan umum.</p> Ali Rahmat Copyright (c) 2020 Jurnal Kariman https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/126 Sun, 28 Jun 2020 00:00:00 +0000 Problem Filsafat yang Tidak Tuntas https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/127 <p>Artikel ini hendak mengungkap kembali perdabatan filsafat klasik hingga zaman modern tentang problem-peoblem filsafat yang belum mencapai titik temu. Perdebatan yang terus mengemuka dalam filsafat yang mendasar soal esensi <em>(essence)</em> materi atau pikiran, bagaimana memilah dan menjelaskan antara pengetahuan yang salah dan yang benar, di mana kebenaran itu dapat dipertangggungjawabkan karena universalitasnya, bukan yang partikularitas. kebenaran sebagai pengangan dapat dipercaya sebab pengetahuan jenis ini tidak jatuh pada keyakinan <em>(belief)</em> belaka. Dengan memanfaatkan sosok Bertans Russell yang telah mengritik argumentasi para pendahulunya, gagasan Russell dalam tulisan ini menjadi warisan yang cukup penting untuk dikaji kembali</p> Rasuki Rasuki Copyright (c) 2020 Jurnal Kariman https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/127 Sun, 28 Jun 2020 00:00:00 +0000 Kerangka Historis: Tasawuf dan Modernitas https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/133 <p>Dikusi tentang Tasawuf senantiasa dinamis dan seakan-akan membawa pada hal-hal yang mistik. Proses perjalanan panjang tasawuf semenjak munculnya para tokoh juga menjadi transformasi nilai yang sudah mulai berkurang ketika dikaitkan dengan perkembangan modern. Tasawuf yang memiliki sumber pada al-Quran dan Hadis juga memiliki peranan siknifikan dalam menjawab tantangan modernisasi, tentunya dengan pemahaman konseptual dan historikal tasawuf. Dalam kerangka inilah tulisan berikut disusun dengan pendekatan normatif dan sosio-historis.</p> suhartono Copyright (c) 2020 Jurnal Kariman https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/133 Sun, 28 Jun 2020 00:00:00 +0000 Model Pembelajaran Kurikulum 2013 dalam Materi IPA Kelas 6 MI Miftahun Najah Desa Tenonan https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/129 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran yang digunakan di kelas 6 MI Miftahun Najah Desa Tenonan Kecamatan Manding yang telah menerapkan kurikulum 2013. Metode Penelitian dilakukan dengan melakukan <em>Direct Observation</em> saat pembelajaran dan wawancara dengan guru untuk mendapatkan data lebih mendalam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mendeskripsikan tahap-tahap pelaksanaan model pembelajaran oleh guru di kelas, kemudian dianalisa kesesuaiannya dengan tuntutan pembelajaran dalam kurikulum 2013 yang ditetapkan pemerintah. Hasilnya yaitu, guru menggunakan model pembelajaran Kooperatif (<em>Cooperatif Learning) </em>di kelas 6 MI Miftahun Najah. Dalam prosesnya terlaksana dengan baik berdasarkan indikator-indikator yang dirumuskan oleh peneliti. Indikator tersebut diturunkan dari karakteristik pembelajaran Kooperatif (<em>Cooperatif Learning)</em>, dan secara umum proses pembelajaran di kelas telah sesuai dengan yang diharapkan dalam kurikulum 2013.</p> Nisrina Hikmawati Copyright (c) 2020 Jurnal Kariman https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/129 Sun, 28 Jun 2020 00:00:00 +0000 Asal-Usul Tasawuf: Sebuah Perdebatan https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/124 <p>Selama ini lazim diketahui bahwa teori tentang asal-usul tasawuf ada dua. Teori <em>pertama</em>, bahwa tasawuf berasal dari dalam Islam. Teori <em>kedua</em>, bahwa tasawuf berasal dari luar Islam. Dua teori ini besar kemungkinan dihasilkan dari pertanyaan: “Apakah tasawuf itu murni berasal dari dalam Islam, atau dipengaruhi oleh ajaran lain dari luar Islam?” Pertanyaan semacam ini jelas paling mendasar dan paling umum, tetapi cakupannya tidak cukup luas untuk mewadahi berbagai kemungkinan adanya teori lain yang lebih spesifik atau agak berbeda seputar persoalan asal-usul tasawuf. Dengan menambahkan tiga pertanyaan khusus, penelitian ini menemukan lima teori lain tentang asal-usul tasawuf, selain dua teori yang telah tersebut. Teori <em>ketiga</em>, tasawuf berasal dari luar Islam dan bertentangan dengan Islam. Teori<em> keempat</em>, tasawuf berasal dari dalam Islam, kemudian mendapat pengaruh dari luar Islam, dan tetap sesuai dengan Islam. Teori<em> kelima</em>, tasawuf berasal dari dalam Islam, kemudian mendapat pengaruh dari luar Islam, dan bertentangan dengan Islam. Teori<em> keenam</em>, sebagian ajaran tasawuf berasal dari Islam dan sebagiannya lagi berasal dari luar Islam. Teori <em>ketujuh</em>, tasawuf berasal dari masa setelah generasi utama Islam.</p> Nur Rahmad Yahya Wijaya Copyright (c) 2020 Jurnal Kariman https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/124 Sun, 28 Jun 2020 00:00:00 +0000 Menyoal Komersialisasi Pendidikan di Indonesia https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/134 <p>Privatisasi pendidikan oleh Pemerintah telah melegitimasi komersialisasi pendidikan dengan menyerahkan tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan ke pasar. Dengan begitu, nantinya sekolah memiliki otonomi untuk menentukan sendiri biaya penyelenggaraan pendidikan. Sekolah tentu saja akan mematok biaya setinggi-tingginya untuk meningkatkan dan mempertahankan mutu. Akibatnya, akses rakyat yang kurang mampu untuk menikmati pendidikan berkualitas akan terbatasi dan masyarakat semakin terkotak-kotak berdasarkan status sosial, antara yang kaya dan miskin. Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin murah, atau tepatnya, tidak harus murah atau gratis. Tetapi persoalannya siapa yang seharusnya membiayai? Dalam hal ini Pemerintah sebenarnya yang berkewajiban untuk menjamin setiap warganya memperoleh pendidikan dan menjamin akses masyarakat bawah untuk mendapatkan pendidikan bermutu</p> Musayyidi Musayyidi Copyright (c) 2020 Jurnal Kariman https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/134 Sun, 28 Jun 2020 00:00:00 +0000 Pendidikan dan Keadilan Sosial https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/130 <p>Keadilan Sosial merupakan hal penting dalam melestarikan HAM (hak asasi manusia), secara secara positif hak asasi manusia bertujuan untuk memberikan kesamaan hak pada manusia sebagaimana memberikan hak-hak dasarnya tanpa membedakan suku, bangsa warna kulit, jenis kelamin dan agama. Pendidiakan berkeadilan sosial harus mampu membuka perluasan dan pemerataan kesempatan kepada setiap warga Negara untuk memperoleh pendidikan. Pendidikan harus bisa diarahkan pada tercapainya pendidikan untuk semua, dan pendidikan harus mampu membuka peluang akan hak-hak masyarakat termasuk hak pendidikan.</p> Mukhlis Mukhlis Copyright (c) 2020 Jurnal Kariman https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/130 Sun, 28 Jun 2020 00:00:00 +0000