Jurnal Kariman https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman <p><img src="/public/site/images/admin/desember_2019_rgb_-_Copy.jpg">Jurnal Kariman diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Islam Al Karimiyyah Beraji Gapura Sumenep Madura yang terbit 2 (dua) kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember. Berisi tulisan hasil pemikiran, penelitian dan artikel tentang trand dan issu kontemporer dalam pendidikan dan ke-IslamanJurnal Pendidikan dan Keislaman</p> en-US saifuleman@gmail.com (Siful Arifin) amiruddin14@gmail.com (Amiruddin) Tue, 31 Dec 2019 00:00:00 +0000 OJS 3.2.0.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Tata Kelola Kearsipan di Kantor Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Sumedang https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/111 <p>Pada Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia Kabupaten Sumedang terdapat 47 berkas arsip Ajuan Sertifikasi Guru 2018 yang belum tersusun rapi masih terpisah dalam berkas map sehingga pengelola kesulitan dalam mensortir serta mencari file yang sesuai dengan kebutuhan pendaftaran. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap tata kelola kearsipan di Kementerian Agama Seksi Pendidikan Madrasah Kabupaten Sumedang, Indonesia. Metode Penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa tata kelola penyimpanan arsip meliputi; <em>pertama, </em>penerimaan berkas ajuan sertifikasi guru; <em>kedua,</em> pencatatan melalui pendataan manual blangko pendaftaran; <em>ketiga, </em>penataan menggunakan map merah bagi guru <em>madrasah aliyah,</em> biru <em>madrasah tsanawiyah</em> dan hijau untuk <em>madrasah ibtidaiyah</em>; <em>keempat, </em>penyimpanan arsip dilakukan pada ruangan staf pendidikan madrasah secara terbuka.</p> Jaja Jahari, Ari Prayoga, Alfiyan Paramudita Copyright (c) 2019 Jurnal Kariman https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/111 Tue, 31 Dec 2019 00:00:00 +0000 Analisis Faktor Penghambat dan Pendukung Implementasi KTSP di Madrasah Aliyah Alkhairaat Kota Gorontalo https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/121 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong>&nbsp;&nbsp; </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) terhadap peningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Alkhairaat Kota Gorontalo, dengan kegunaan dan tujuan untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Alkhairaat Kota Gorontalo. Jenis metode penelitian ini adalah Kualitatif dengan menggunkan sumber data primer dan sekunder. Adapun metode pengumpulan data menggunakan : 1) Metode Pengamatan (Observasi), 2) Metode Wawancara (Interview), 3) Metode Dokumentasi, sedangkan Tehnik Pengolahan data menggunakan: 1) Pengeditan, 2) Klasifikasi, 3) Verifikasi, 4) Analisis, 5) Kesimpulan. Hasil penelitian: Faktor pendukung penerapan KTSP di MA Al-Khairaat, antara lain : 1) Komunikasi yang terjalin baik, 2) Sumber daya yang cukup memadai, 3) Sarana dan Prasana yang cukup lengkap. 4) Pemberian kewenangan (otonomi) oleh pemerintah untuk dapat memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan. Adapun beberapa faktor penghambat penerapan KTSP di MA Al-Khairaat, antara lain : 1) Tuntutan Pemerintah untuk meningkatkan kepedulian warga MA Al-Khairaat dan masyarakat dalam mengembangkan kurikulum. 2) Kurangnya pemahaman guru terhadap substansi dan pola implementasi KTSP secara komprehensif, 3) Penerapan KTSP yang merekomendasikan pengurangan jam pelajaran.</p> Abdur Rahman Adi Saputera Copyright (c) 2019 Jurnal Kariman https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/121 Tue, 31 Dec 2019 00:00:00 +0000 Relevansi Pembelajaran Di Madrasah Nizamiyah Dengan Pembelajaran Pada Masa Sekarang https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/120 <p>Sejarah telah mencatat bahwa masa Daulah‘Abba&gt;siyah adalah masa keemasan Islam terutama dalam bidang pendidikan. Pada masa ini telah berkembang berbagai cabang ilmu pengetahuan, ditambah lagi dengan banyaknya penerjemahan buku-buku dari bahasa asing ke bahasa Arab. Pada umumnya pembelajaran yang digunakan pada masa Bani ‘Abba&gt;siyah cenderung menggunakan paradigma pembelajaran yang terpusat pada guru (konservatif). seperti: metode&nbsp; lisan, hafalan, pengulangan, dan tulisan.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Berangkat dari fenomena tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang pembelajaran di madrasah <em>Niz{amiyah</em>, karena di madrasah merupakan bagian dari lembaga pendidikan formal yang terkenal pada masanya. Di madrasah ini menggunakan pendekatan pembelajaran konservatif mampu melahirkan ilmuan muslim dari berbagai bidang keahlian. Sehingga hal ini menggugah penulis untuk melakukan penelitian tentang pembelajaran di madrasah <em>Niz{amiyah</em> dan mencari relevansinya dengan pembelajaran pada masa sekarang.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan historis. Data dan informasi yang didapatkan dari berbagai referensi akan diolah, dianalisis dalam rangka untuk menemukan pembelajaran di Madrasah <em>Niz{amiyah</em><em>.</em> Sedangkan metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah <em>contentanalysis</em>. Teknik pengumpulan data dan informasi menggunakan metode dokumentasi.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Madrasah <em>Niz{a&gt;miyah </em>cenderung metode mengajarnya menggunakan metode ceramah, tanya jawab. Metode ini termasuk dari model pembelajaran langsung. Sedangkan metode lain yang digunakan di Madrasah<em> Niz{a&gt;miyah </em>ialah metode diskusi, koresponden jarak jauh, dan <em>r{ihlah</em> ilmiah. Metode ini merupakan bagian dari model pembelajaran berbasis masalah dan kontekstual. Jadi model pembelajaran yang digunakan di Madrasah<em> Niz{a&gt;miyah </em>ialah model pembelajaran langsung, pembelajaran berbasis masalah, dan pembelajaran kontekstual. Sementara itu, terdapat relevansi antara pembelajaran di Madrasah <em>Niz{amiyah</em> dengan pembelajaran pada masa sekarang. Metode hafalan dan pengulangan memiliki relevansi dengan metode sorogan dan <em>muh{afadlah, </em>metode ceramah memiliki relevansi dengan metode bandongan, serta metode <em>h{alaqah </em>memiliki relevansi dengan metode diskusi (<em>Muh{adlarah</em>, <em>bah{thul Masa’</em>&gt;<em>il</em>).</p> fika fitrotin karomah Copyright (c) 2019 Jurnal Kariman https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/120 Tue, 31 Dec 2019 00:00:00 +0000 Implikasi Perselisihan Fuqaha’ Tentang Amar Terhadap Status Produk Hukum Islam https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/119 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Para ahli fiqh sependapat mengenai <em>amar</em> sebagai katalisator normatif dari adanya hukum, namun mereka cenderung berbeda-beda dalam hal aplikasi <em>amar </em>sebagai model <em>istinbat </em>hukum. Perbedaan ini berimplikasi luas pada status produk hukumnya. Permasalahannya, <em>pertama,</em> Bagaimana para ahli <em>fiqh</em> memandang hakikat <em>amar</em>? <em>Kedua,</em> Bagaimana pertentangan ahli <em>fiqh </em>dalam mempergunakan <em>amar </em>pada <em>istinbat</em> hukum? <em>Ketiga</em>, Bagaimana implikasi perbedaan ulama tentang <em>amar </em>terhadap hukum Islam? Deskripsi dari penelitian pustaka ini menghasilkan temuan; <em>pertama</em>, Perbedaan terjadi karena ulama <em>fiqh </em>berbeda di dalam memandang <em>sighat amar</em>. <em>Kedua,</em> Sebagian ulama memandang <em>qarinah amar</em> sebagai <em>li al-faur</em> dan sebagaian yang lainnya memandang sebagai <em>li al-tarakhi</em>.&nbsp; <em>Ketiga,</em> perbedaan ulama pada aplikasi <em>amar</em> berimplikasi pada sifat dan status hukumnya. Kesimpulannya bahwa kaidah yang ditunjuk oleh <em>amar</em> tetaplah sebagai <em>taklif</em> bagi <em>mukallaf, </em>karena perintah <em>syari‘</em> menghendaki adanya suatu perbuatan yang kongkrit sebagai unsur formal dari hukum Islam.</p> <p>&nbsp;</p> anum muhaki Copyright (c) 2019 Jurnal Kariman https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/119 Tue, 31 Dec 2019 00:00:00 +0000 Urgensi Mata Kuliah Aswaja di Perguruan Tinggi Islam https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/117 <p>Artikel ini membahas tentang urgensi mata kuliah aswaja di Perguruan Tinggi Islam. Dalam kajian ini diuraikan pentingnya <em>ahlus sunnah wal jama’ah</em> (aswaja) diajarkan di Perguruan tinggi Islam dalam rangka menghadapi paham ekstremis yang semakin massif memasuki ruang-ruang publik, termasuk perguruan tinggi Islam. Argumen yang dibangun dalam tulisan ini adalah Aswaja penting untuk dimatakuliahkan di perguruan tinggi Islam karena beberapa alasan. <em>Pertama</em>; sebagai upaya preventif dalam menangkal tumbuh-kembangnya aliran ektrimisme-radikalisme dan liberalisme dalam pemikiran keagamaan. <em>Kedua</em>; untuk menjaga dan membentengi akidah mahasiswa dari pengaruh paham keagamaan yang menyimpang . <em>Ketiga</em>, sebagai upaya menanamkan dan menumbuh-kembangkan prinsip <em>fikrah an-nahdliyah</em> dan nilai aswaja sebagai <em>way of life</em> &nbsp;yang meliputi: <em>fikrah</em> <em>tawassuthiyah, fikrah tasamuhiyah, fikrah ishlahiyah, tathawwuriyah </em>dan<em> fikrah manhajiayah</em>. Melalui matakuliah aswaja, perguruan tinggi Islam diharapkan dapat menjadi arus utama dalam menyebarkan dan menanamkan ajaran Islam yang moderat.</p> Siful Arifin Copyright (c) 2019 Jurnal Kariman https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/117 Tue, 31 Dec 2019 00:00:00 +0000 Urgensi Metode Karya Wisata Terhadap Pengembangan Imajinasi dan Kreatifitas Anak Usia Dini https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/122 <p>Seorang guru harus menggunakan berbagai cara atau metode untuk meningkat hasil dan proses pembelajaran supaya tujuan dari pendidikan tercapai. Salah satu metode yang bisa digunakan adalah metode karya wisata dengan metode ini anak dihadapakan langsung dengan objek atau benda konkrit yang ada disekitarnya yang sesuai dengan materi yang dipelajari dan juga sesuai dengan tahap perkembangannya. Dengan demikian metode ini juga sangat cocok diterapkan pada anak usia dini, dimana pada masa ini seluruh kompetensi yang ada pada anak bisa diasah secara maksimal. Adapun tujuan dari metode karya wisata ini adalah mendorong anak agar lebih kreatif dan imajinatif karena anak yang kreatif dan imajinatif akan membuat anak lebih mandiri, cerdas dan lebih paham terhadap materi yang diajarkan serta membuat anak lebih mencintai lingkungannya, oleh sebab itu sengat penting menerapkan metode karya wisata ini dalam proses belajar mengajar anak. Karena terbukti metode ini sangat membantu kesuksesan anak dalam belajarnya.</p> Shidqiyah Shidqiyah Copyright (c) 2019 Jurnal Kariman https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/122 Tue, 31 Dec 2019 00:00:00 +0000 Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini Melalui Permainan Edukatif https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/118 <p>Kreatifitas perlu dikembangkan semaksimal mungkin karena dalam memperkaya pemikiran seorang anak, segala ide yang ada pada diri anak akan dapat dikembangkan melalui aktifitas kreatif. Aktifitas kreatif memberikan kesempatan untuk mengekspresikan perasan adan pikiran seseorang, untuk mengembangkan kreatifitas pada diri anak guru dituntut untuk mendemonstrasikan dan menunjukkan proses kreatifitas. Pendidikan anak usia dini berperan penting dalam membantu perkembangan anak dan pembentukan kepribadiannya. Pembelajaran pada anak usia dini menggunakan pripsip belajar sambil bermain, dengan demikian permainan–pemainan yang digunakan selama proses pembelajaran sebaiknya dapat bernilai pendidikan agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan dalam pembelajaran. Oleh karena itu permainan yang digunakan seorang guru di sekolah harus diperhatikan sebaik mungkin agar dapat membantu aspek-aspek perkembangan anak, karena tidak semua permainan dapat digunakan dalam pembelajaran. Pendidik anak usia dini harus menunjukkan kemampuan kreatifitasnya dalam setiap pembelajaran agar anak-anak didiknya dapat menunjukkan pula kemampuan dirinya, permainan edukatif harus selalu dikembangkan baik di sekolah atau di rumah agar dapat membantu pengembangan kreatifitas seorang anak khususnya pada pendidikan anak usia dini dan diharapkan dapat mendorong untuk menjadi kreatif.</p> Siti Hairiyah Copyright (c) 2019 Jurnal Kariman https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/118 Tue, 31 Dec 2019 00:00:00 +0000 Konsep Pendidikan Pluralisme Dalam perspektif Nurcholish Madjid https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/116 <p>Allah SWT. menciptakan manusia dengan bermacam-macam perbedaan agar saling berinteraksi mengenal antara satu dengan yang lainnya. Perbedaan bangsa dan suku tentu akan melahirkan bermacam budaya yang ada di masyarakat. Keragaman dan perbedaan dalam kehidupan manusia merupakan <em>sunnatullah</em>. Al-Qur’an sebagai representasi pesan-pesan Allah untuk menjadi panduan umat manusia, sesungguhnya telah memberikan beberapa isyarat penting, baik secara eksplisit maupun implisit tentang eksistensi keragaman dan perbedaan tersebut. Pelaksanaan pendidikan Islam berbasis dan berwawasan pluralisme tersebut semakin dirasakan urgen dan mendesak jika dikorelasikan dengan kenyataan bahwa kemajemukan agama dan kemajemukan lainnya, seperti kemajemukan etnis, antar golongan dan kemajemukan lainnya belakangan ini telah menjadi suatu hal yang memancing eskalasi konflik yang sedemikian mengental pekat</p> Musayyidi Musayyidi Copyright (c) 2019 Jurnal Kariman https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/116 Tue, 31 Dec 2019 00:00:00 +0000 Penyelesaian Sengeketa Hak Milik dan Keperdataan Lain di Pengadilan Agama https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/114 <p>Sengketa hak milik dan keperdataan lain merupakan kewenangan yang termasuk masih belia dan berada dalam yuridiksi Peradilan Agama. Sejak undang-undang nomor 07 tahun 1989 dirubah dengan undang-undang nomor 3 tahun 2006 dan terjadi perubahan kedua menjadi undang-undang nomor 50 tahun 2009 tentnag Peradilan Agama, sebagai konsekuensi dari perluasan wewenang Pengadilan Agama dalam memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara perkara tertentu yang sesuai dengan pasal 49 tersebut. Dihapusnya hak opsi dalam perkara waris dan perkara kebendaan lainnya seperti wasiat, hibah dan wakaf hingga masuknya perkara ekonomi syari’ah di Pengadilan Agama, tentu saja hal ini memperluas wilayah mengadili yang bukan hanya terletak dalam subjek sengketa saja namun objek yang terkait di dalamnya. Seringkali terhadap objek sengketa ada persinggungan kewenangan antara Pengadilan Agama dan Pengadilan Negeri dalam kaitannya terhadap kewenangan mengadili. Maka dalam hal ini penulis akan membahas terkait batasan, cara penyelesaian hingga masalah lain yang dapat ditimbulkan akibat perluasan wewenang Pengadilan Agama tersebut yang berhubungan langsung dengan sengketa hak milik dan keperdataan lain di Pengadilan Agama.</p> Abd Muni Copyright (c) 2019 Jurnal Kariman https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/114 Tue, 31 Dec 2019 00:00:00 +0000 Analisis Aspek-Aspek Perkembangan Bayi dan Urgensi Peran Orang Tua Terhadap Masalah-Masalah Bayi https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/113 <p>Banyak ditemukan diantara orang tua yang belum memahami terhadap aspek-aspek perkembangan bayi. Bahkan tidak tahu sama sekali bagaimana cara-cara mengembangkannya. Banyak anggapan-anggapan, mengembangkan bayi cukup pada perkembangan fisik dan motoriknya saja. Namun sebenarnya aspek-aspek perkembangan bayi meliputi perkembangan fisik motorik, perkembangan kognitif, perkembangan sosial, perkembangan emosi dan perkembangan bahasa. Aspek-aspek perkembangan tersebut sangat urgen untuk dikembangkan, karena melihat periode pada masa bayi ini merupakan masa dasar sebagai penentu pada perkembangan selanjutnya dan masa bayi merupakan dasar periode kehidupan yang sesungguhnya karena pada saat ini banyak pola perilaku, sikap, dan pola ekspresi emosi terbentuk. Suatu hal yang disadari atau tidak beberapa masalah-masalah pasti ada pada masa bayi. Baik masalah yang timbulkan dari bayi sendiri bahkan dari lingkungan maupun dari orang tua sendiri. Maka dari itu orang tua lebih meningkatkan perannya supaya masalah-masalah pada bayi dapat teratasi sedini mungkin salah satunya dengan melalui memberikan rangsangan dan perhatian yang baik, &nbsp;membentuk keadaan lingkungan yang kondusif serta ada kerjasama ayah dan ibu sehingga aspek-aspek perkembangan bayi berkembang dengan baik dan normal.</p> <p>&nbsp;</p> Kholifatus Sa’diyah Copyright (c) 2019 Jurnal Kariman https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/113 Tue, 31 Dec 2019 00:00:00 +0000 أهمية مهارة الكلام https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/112 <p>الكلام مهارة إنتاجية تطلب من المعلم القدرة على استخدام الأصوات بدقة و التمكن من الصيغ النحوية و نظام ترتيب الجمل و الكلمات حتى تساعد على التعبير عما يريده المتكلم فى مواقف الحديث أي إن الكلام عبارة عن عملية إدراكية تتضمن دافعا للتكلم ثم مضموما للحديث.كما أن الكلام يعتبر عملية إنفعالية إجتماعية تتم تبين طرفين هما المتكلم والمخاطب بحيث يتبادلان الأدوار من وقت لأخر فيصبح المتحدث سامعا والسامع متحدثا، ويحتاج الحديث إلى النطق ويحتاج النطق إلى العمليات الذهنية المرتبطة بالتعبير الشفهي ولذلك فليس لمتحدث واحد سيطرة تامة على الموقف من حيث اختيار الأفكار والموضوعات. معنى هذا أن الكلام هو عملية تبدأ صوتية وتنتهى بإتمام عملية إتصالية مع متحدث من إبناء اللغة فى موقف إجتماعي ومن هنا فالفرض من الكلام نقل المعنى.</p> Copyright (c) 2019 Jurnal Kariman https://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/112 Tue, 31 Dec 2019 00:00:00 +0000