PENDIDIKAN HUMANIS DALAM PERSPEKTIF PAULO FREIRE DAN TAN MALAKA

  • Amiruddin Amiruddin STIT Al-Karimiyyah Sumenep

Abstract

Pendidikan humanis memandang manusia sebagai makhluk mulia yang harus dikembangkan sesuai dengan koderatnya. Prinsip pendidikan harus diselenggarakan dalam rangka membebaskan manusia dari berbagai persoalan hidupnya. Sementara itu, pendidikan yang diselenggarakan oleh penjajah di Brazil dan Indonesia semasa hidup Paulo Freire dan Tan Malaka dirasa masih jauh dari ruh pendidikan yang semestinya. Pendidikan dijadikan sebagai alat penindasan yang pada akhirnya hanya mampu melahirkan penindas-penindas baru. Aksi pembungkaman (culture of silence) masif diterapkan penjajah untuk melanggengkan kekuasaannya. Kondisi itulah yang ditentang oleh Paulo Freire dan Tan Malaka dengan memunculkan konsep pendidikan yang menempatkan manusia sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan pendidikan. Paulo Freire dan Tan Malaka memiliki kesamaan pandangan terkait orientasi pendidikan humanis, yaitu: penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia, keadilan sosial dan penerapan pendidikan harus berbasis realitas.

Published
2018-09-23
How to Cite
Amiruddin, A. (2018). PENDIDIKAN HUMANIS DALAM PERSPEKTIF PAULO FREIRE DAN TAN MALAKA. Jurnal Kariman, 1(1), 17-34. Retrieved from http://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/48