PENDIDIKAN PESANTREN DAN TANTANGAN MODERNISASI

  • Hafid Hafid STIT Al-Karimiyyah

Abstract

Pesantren adalah lembaga pendidikan yang relatif tua di bumi nusantara. Dalam perjalanan historisnya yang menjadi akulturasi Islam dengan budaya setempat senantiasa bergumul dengan problematika sistem pendidikan yang akan dan terus dilaksanakannya. Otonomi sebagai salah satu ciri khasnya membuat pesantren menolak setiap otoritas yang datangnya dari luar. Pesantren semakin berkembang secara cepat dengan adanya sikap non-kooperatif ulama terhadap kebijakan "politik etis" pemerintah kolonial Belanda pada akhir abad ke-19, yang berusaha membalas jasa rakyat Indonesia dengan memberikan pendidikan modern, termasuk budaya Barat. Sikap non-kooperatif ulama ditunjukkan dengan mendirikan semakin banyak pondok pesantren di daerah-daerah yang jauh dari kota, untuk menghindari intervensi kultural perintah kolonial, di samping juga untuk memberi kesempatan kepada rakyat yang sama sekali belum memperoleh pendidikan. Dengan kondisi semacam itu, pesantren mampu menyaring setiap nilai-nilai kehidupan dalam multidimensinya dengan satu nilai yang mengacu pada ajaran Islam, yang menjadi dasar dalam setiap langkah kebijakannya.

Published
2018-09-15
How to Cite
Hafid, H. (2018). PENDIDIKAN PESANTREN DAN TANTANGAN MODERNISASI. Jurnal Kariman, 1(01), 47-66. Retrieved from http://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/4