PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER MENURUT SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS

  • Musayyidi Musayyidi STIT Al-Karimiyyah Sumenep

Abstract

Pendidikan Islam masih sering hanya dimaknai secara parsial dan tidak integral (mencakup berbagai aspek kehidupan), sehingga peran pendidikan Islam di era global sering dipertanyakan. Masih terdapat pemahaman dikotomis keilmuan dalam pendidikan Islam. Pendidikan Islam sering hanya difahami sebagai pemindahan pengetahuan (knowledge) dan nilai-nilai (values) ajaran Islam yang tertuang dalam teks-teks agama, sedangkan ilmu-ilmu sosial (social sciences guestiswissenchaften) dan ilmu-ilmu alam (nature sciences/ naturwissenchaften) dianggap pengetahuan yang umum (sekular). Padahal Islam tidak pernah mendikotomikan (memisahkan dengan tanpa saling terkait) antara ilmu-ilmu agama dan umum. Semua ilmu dalam Islam dianggap penting asalkan berguna bagi kemaslahatan umat manusia. Menurut Al-Attas (1984) percabangan sistem pendidikan tersebut di atas (tradisional-modern) telah membuat lambang kejatuhan umat Islam. Jika hal itu tidak ditanggulangi maka akan mendangkalkan dan menggagalkan perjuangan umat Islam dalam rangka menjalankan amanah yang telah diberikan Allah SWT. Allah telah menjadikan umat manusia di samping sebagai hamba-Nya juga sebagai khalifah di muka bumi, sehingga peranannya disamping mengabdikan diri kepada Allah juga harus bisa mewarnai dunia empiris.

Published
2018-09-18
How to Cite
Musayyidi, M. (2018). PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER MENURUT SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS. Jurnal Kariman, 5(2), 19-28. Retrieved from http://ejournal.stit-alkarimiyyah.ac.id/index.php/kariman/article/view/18